Wednesday , November 25 2020
Home / Artikel / Jaga Inflasi Lewat kluster Sapi

Jaga Inflasi Lewat kluster Sapi

Jaga Inflasi Lewat Kluster SapiSamarinda. Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya dengan menyediakan kebutuhan daging sapi yang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Diketahui saat ini penyebab inflasi sering datang dari bahan makanan. Baik itu pertanian maupun peternakan. Pada Agustus lalu, inflasi di Bumi Etam tercatat 0,15 persen dan sangat terkendali. Awalnya program kluster sapi untuk mendukung peningkatan produktifitas cabai di Samarinda. Namun, karena pengembangan peternakan sapi, warga Mugirejo malah mendapat peningkatan keuntungan hingga ratusan persen. Sehingga dilanjutkan menjadi pengembangan sapi untuk pemenuhan dan daging sapi di Kaltim.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, Klaster sapi Damar Wulan telah beroperasi sangat baik. Kluster ini ,berjalan sesuai fungsinya, yaitu membantu pencegahan inflasi yang lebih tinggi lewat program ini. “Kami dari pusat tentu sangat senang melihat ada kepedulian besar untuk mengendalikan inflasi daerah”, ungkapnya usai member bantuan kepada peternakan sapi di Mugirejo, Samarinda, Senin (24/9). “Meski Kaltim sudah memberikan angka inflasi yang terkendali, Kaltim terus melakukan antisipasi kenaikan harga berkelanjutan, salah satunya melalui kluster sapi”, terangnya.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan, kluster sapi Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi di Kaltim. Karena dengan adanya kluster sapi ini menggairahkan peternak lokal. Sehingga, para peternak bisa meningkatkan jumlah sapi yang dipelihara dan meningkatkan pendapatan para peternak.

“BI ikut membantu mengembangkan ekonomi rakyat lewat kluster sapi ini. Kami berharap, tidak hanya di Samarinda, tapi kluster sapi bisa ada di beberapa daerah lainnya”, ungkapnya. Pihaknya berharap, bisa lebih banyak kluster sapi. Karena saat ini populasi sapi di Kaltim ada 110.097 ekor. Produksi sapi di Kaltim ada 9.129 ton atau 57.791 ekor yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan lar RPH. Kebutuhan jumlah sapi potong baru disuplai dari sapi lokal sekitar 20 persen sisanya masih dipenuhi dari luar daerah.

“Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi untuk menekan inflasi dari kebutuhan ternak Kaltim”, tuturnya. Bahkan, tambahnya untuk di Samarinda populasi sapi ada 5.682 ekor. Produksi sapi di Samarinda ada 2.686 ton atau 17.009 ekor yang dipotong di RPH dan luar RPH. Kebutuhan sapi Samarinda baru terpenuhi 15 persen. “Masih membutuhkan banyak sapi untuk dikembangkan di Kaltim”, tutupnya.

Sumber: Kaltimpost http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/208/jaga-inflasi-lewat-kluster-sapi.html

Check Also

Jambi siap sukseskan program Sikomandan menuju swasembada daging

Jambi siap sukseskan program “Sikomandan” menuju swasembada daging

Jambi (ANTARA) – Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyukseskan program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *