Monday , June 17 2019
Home / Artikel / Pascatemuan Antraks, Warga Gunungkidul Diimbau Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi

Pascatemuan Antraks, Warga Gunungkidul Diimbau Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi

Pascatemuan Antraks Warga Gunungkidul Diimbau Berhati-hati Konsumsi Daging SapiKOMPAS.com -Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengimbau masyarakat Gunungkidul lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging sapi.

Imbauan itu  menyusul ditemukan hewan ternak yang terjangkit spora antraks, di RT 3 Dusun Grogol, Dusun Bejiharjo,

Kecamatan Karangmojo. “Saya sendiri telah mendapatkan laporan terkait adanya ternak milik warga yang terpapar spora antraks. Mengingat spora antraks memiliki daya rusak yang besar saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati terutama dalam mengkonsumsi daging sapi, tetapi jangan semua daging sapi dihindari yang spesifik saja,” ucapnya, Kamis (23/5/2019).

Selain itu Immawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik karena permasalahan ini sudah ditangani oleh dinas-dinas terkait dan sudah dibentuk tim pemantau.

Pihaknya juga telah melokalisir agar antraks tidak menyebar ke daerah-daerah lainnya.

“Ini juga tak kalah penting bagi masyarakat jangan menyembelih hewan ternak yang sakit dan menjual daging hewan sakit tersebut karena berbahaya dan tidak diperbolehkan karena perbuatan itu dapat merugikan konsumen,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto beberapa hari lalu hingga hari ini melakukan penyuntikan antibiotik kepada hewan-hewan ternak.

Pada hari ini penyuntikan antibiotik tak hanya di kawasan Bejiharjo, Karangmojo, namun penyuntikan kali ini telah diperluas hingga 1 KM dari lokasi.

Penyuntikan pada hari ini diperluas hingga Dusun Tawarsari (Kecamatan Wonosari).

Di lokasi tersebut ada 9 ekor sapi, 36 ekor kambing, dan 3 ekor domba yang disuntik antibiotik.

“Dusun Tawasari dipilih karena Tawarsari merupakan perbatasan langsung dengan Dusun Grogo, selain itu penyuntikan dilakukan di RT 2 Grogol 4 ada tambahan 2 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang disuntik,” katanya.

Bambang menjelaskan total keseluruhan hewan yang disuntik antibiotik mencapai 111 ekor sapi, 297 ekor kambing, dan 3 ekor domba.

Jumlah tersebut dari dya kecamatan yaitu Karangmojo dan Wonosari.

“Sekarang ini proses penyuntikan masih di tiga dusun lagi, yaitu Dusun Grogol 1,3 dan 6,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pascatemuan Antraks, Warga Gunungkidul Diimbau Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi”, https://regional.kompas.com/read/2019/05/23/23572471/pascatemuan-antraks-warga-gunungkidul-diimbau-berhati-hati-konsumsi-daging.

Editor : David Oliver Purba

Check Also

Daging Impor Lebih Diminati Masyarakat, Apa Sebabnya?

Daging Impor Lebih Diminati Masyarakat, Apa Sebabnya?

JAKARTA, KOMPAS.com – Hingga pekan kedua Ramadhan dan jelang Lebaran tahun ini daging impor lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.