Saturday , September 26 2020
Home / Artikel / Hore, 800 Sapi Ikut Asuransi Ternak

Hore, 800 Sapi Ikut Asuransi Ternak

Hore, 800 Sapi Ikut Asuransi Ternak
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

Hore, 800 Sapi Ikut Asuransi Ternak | KLATEN – Untuk menjaga populasi sapi betina produktif, pemerintah memprogramkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Meski belum diluncurkan secara resmi, sudah ada 800 ekor sapi betina produktif yang didaftarkan untuk asuransi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan, program AUTS berkaitan dengan penelitian indukan sapi betina yang dilakukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Tujuannya, mewujudkan program pemerintah untuk swasembada daging.

“Diberlakukan hanya kepada sapi betina produktif. Sapi jantan tidak berlaku. Secara resmi AUTS akankamiluncurkan15Februari. Sekarang sudah ada 800 ekor sapi betina produktif dari 32 kelompok ternak sapi yang mendaftar untuk program tersebut,” kata Wahyu, kemarin.

Menurut Wahyu, kuota AUTS tidak terbatas sehingga para peternak yang memiliki sapi betina produktif dapat mendaftarkan sapinya. Hanya saja, program ini mensyaratkan sapi harus berusia minimal delapan bulan. Peternak juga harus membayar premi sebesar Rp200.000 per ekor untuk setiap tahunnya.

Premi dibayarkan ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sama seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dari besaran premi tersebut, kata Wahyu, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp160.000. Sehingga peternak cukup membayar Rp40.000. Jika sapi betina produktif yang diasuransikan mati, Jasindo akan membayarkan klaim sebesar Rp10 juta per ekor.

“Matinya itu karena wabah penyakit atau dipotong paksa karena tidak produktif. Sebelum klaim dibayarkan, petugas kesehatan ternak dari DPKPP akan verifikasi dulu layak tidaknya mendapat klaim. Dari verifikasi petugas mengeluarkan surat untuk menjadi rujukan Jasindo,” kata Wahyu.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKPP Klaten Tri Yanto mengatakan, populasi sapi di Klaten sekitar 93.000 ekor. Dari jumlah tersebut, 30.000 ekor di antaranya merupakan sapi betina produktif.

“Sapi betina yang belum ikut asuransi masih sangat banyak. Kami mendorong para peternak untuk mendaftarkan sapi-sapi miliknya. Jadi ada jaminan bagi peternak ketika sapinya mati dan mereka tidak menanggung rugi terlalu banyak,” kata Tri.
(dni)

sumber: http://economy.okezone.com/read/2017/02/02/320/1607427/hore-800-sapi-ikut-asuransi-ternak

Check Also

Jambi siap sukseskan program Sikomandan menuju swasembada daging

Jambi siap sukseskan program “Sikomandan” menuju swasembada daging

Jambi (ANTARA) – Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyukseskan program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *