Tuesday , September 22 2020
Home / Artikel / Pengembangan Sapi Belgian Blue Butuh Waktu Puluhan Tahun

Pengembangan Sapi Belgian Blue Butuh Waktu Puluhan Tahun

Pengembangan Sapi Belgian Blue Butuh Waktu Puluhan Tahun | Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan pengembangan jenis sapi baru di Indonesia, yaitu Belgian Blue. Namun pengembangan sapi ini dinilai membutuhkan waktu yang lama, bahkan hingga ratusan tahun.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi danKerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf mengatakan, proses pengembangan sapi dengan jenis baru di Indonesia memang tidak mudah. Sebab, butuh waktu hingga 100 tahun agar sapi tersebut bisa tumbuh dan berkembang biak di Indonesia.

“Mungkin bisa 1 generasi. Orang menemukan satu bangsa sapi itu bisa 50 tahun lebih. Bahkan butuh 100 tahun itu menghasilkan satu jenis bangsa sapi yang stabil,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Dia mencontohkan, sapi Peranakan Ongole (PO) yang di bawa saat masa penjajahan Belanda ke Indonesia. Lalu baru 100 tahun kemudian tersebut bisa berkembang biar dengan stabil di dalam negeri.‎‎

“Misalnya sapi saja itu tahun 1800-an, dibawa oleh pemerintah Belanda ke Jawa dan dikawinkan dengan sapi lokal. sekarang sudah stabil dan jadi peranakan ongole. Sumba Ongole juga baru sekian ratus tahun baru stabil,” kata dia.

‎Rochadi menyatakan jika niat Kementan dalam mengembangkan sapi jenis baru ini merupaka‎n hal yang positif. Namun tidak bisa diharapkan langsung memberikan hasil dalam waktu singkat.

“Bagus-bagus saja, tapi penelitian memang membutuhkan waktu, tidak bisa instan. Jadi memang tidak bisa sesegara mungkin,” tandas dia.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan pengembangan jenis sapi baru di Indonesia, yaitu Belgian Blue. Namun pengembangan sapi ini dinilai membutuhkan waktu yang lama, bahkan hingga ratusan tahun.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf mengatakan, proses pengembangan sapi dengan jenis baru di Indonesia memang tidak mudah. Sebab, butuh waktu hingga 100 tahun agar sapi tersebut bisa tumbuh dan berkembang biak di Indonesia.

“Mungkin bisa 1 generasi. Orang menemukan satu bangsa sapi itu bisa 50 tahun lebih. Bahkan butuh 100 tahun itu menghasilkan satu jenis bangsa sapi yang stabil,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Dia mencontohkan, sapi Peranakan Ongole (PO) yang di bawa saat masa penjajahan Belanda ke Indonesia. Lalu baru 100 tahun kemudian tersebut bisa berkembang biar dengan stabil di dalam negeri.‎‎

“Misalnya sapi saja itu tahun 1800-an, dibawa oleh pemerintah Belanda ke Jawa dan dikawinkan dengan sapi lokal. sekarang sudah stabil dan jadi peranakan ongole. Sumba Ongole juga baru sekian ratus tahun baru stabil,” kata dia.

‎Rochadi menyatakan jika niat Kementan dalam mengembangkan sapi jenis baru ini merupaka‎n hal yang positif. Namun tidak bisa diharapkan langsung memberikan hasil dalam waktu singkat.

“Bagus-bagus saja, tapi penelitian memang membutuhkan waktu, tidak bisa instan. Jadi memang tidak bisa sesegara mungkin,” tandas dia.

seumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3336686/pengembangan-sapi-belgian-blue-butuh-waktu-puluhan-tahun

Check Also

Jambi siap sukseskan program Sikomandan menuju swasembada daging

Jambi siap sukseskan program “Sikomandan” menuju swasembada daging

Jambi (ANTARA) – Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyukseskan program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *