Saturday , September 26 2020
Home / Artikel / Sapi dianggap sakral, penjual daging di India dipaksa tutup toko

Sapi dianggap sakral, penjual daging di India dipaksa tutup toko

Sapi Dianggap Sakral, Penjual Daging Di India Dipaksa Tutup TokoMerdeka.com – Warga Hindu garis keras di India telah memaksa penjual daging sapi di kawasan Gurgaon di pinggiran New Delhi untuk menutup toko. Alasannya, pemilik toko harus menghormati perasaan penganut Hindu yang sedang merayakan festival keagamaan Navaratri selama sembilan hari.

Pemaksaan pada penjual daging sapi untuk menutup toko di Gurgaon selama perayaan itu merupakan bentuk dari kampanye, sejak para Satpam Swakarsa Hindu melakukan razia yang menyasar orang-orang yang menyembelih sapi. Hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu.

Menjelang pemilu India yang dijadwalkan berlangsung bulan Mei tahun depan, sejumlah negara bagian yang diperintah oleh pemerintah nasionalis Hindu dituduh tidak bisa berbuat apa-apa untuk membendung aktivitas Hindu garis keras. Termasuk hal yang berkaitan dengan keyakinan, seperti penyembelihan sapi.

Sementara itu, dua pria di India babak belur dihajar massa setelah dituduh hendak menyembelih seekor sapi. Akibat dari amukan tersebut, salah satu dari mereka dilaporkan meninggal dunia.

Dikutip dari RT.com, Jumat 22 Juni 2018, insiden yang terjadi Desa Hapur tersebut dipicu setelah adanya adu argumen antara warga dengan korban yang bernama Qasim dan Samayuddin.

Penyembelihan sapi maupun penyelundupan ternak masuk ke dalam kategori perbuatan kriminal, demikian aturan yang ditetapkan dalam UU Negara Bagian Uttar Pradesh.

Karena tak terima dengan pembelaan diri dua korban, warga desa yang marah tersebut lalu menyerang dan menghajar mereka. “Seandainya kita tidak sampai di sini dalam dua menit, sapi itu akan dibantai,” kata seorang pria dalam video rekaman.

Qasim dan Samayuddin sudah tak berdaya karena dihajar massa. Warga menduga keduanya adalah tukang daging sapi yang hanya ingin mencari keuntungan.

Qasim dilaporkan sempat meminta air kepada warga, namun ditolak. Pria 45 tahun itu kemudian tewas akibat luka-lukanya.

Sementara itu, Samayuddin dilaporkan selamat dan dapat dilarikan ke rumah sakit untuk proses perawatan.

Meski dituduh hendak menyembelih sapi, Sankalp Sharma, pejabat Kepolisian Hapur mengatakan bahwa tak ada cukup bukti untuk menjerat dua korban. Sebab buktinya minim.

Sapi termasuk hewan suci dalam agama Hindu yang dianut sekitar 80 persen dari 1,3 miliar orang populasi di India. Tak heran jika banyak warga yang sangat melindungi binatang itu.

Sumber: Liputan6.com [did]

https://www.merdeka.com/dunia/sapi-dianggap-sakral-penjual-daging-di-india-dipaksa-tutup-toko.html

Check Also

Jambi siap sukseskan program Sikomandan menuju swasembada daging

Jambi siap sukseskan program “Sikomandan” menuju swasembada daging

Jambi (ANTARA) – Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyukseskan program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *